akhir akhir ini sy bertanyatanya apakah etis membicarakan klien dalam blog. Tentu saja, bila berisi sesuatu yg positif maka klien pun akan senang. Mminimalnya, web mereka yg baru brojol ijo (baca : lahir) sudah langsung diindex search engine. Namun bagaimana bila pembicaan komentar buruk, baik soal tone desain, pilihan font, rumitnya selera dan sotoy, sukarnya mencocokkan jadwal, dan yang paling penting : masalah pembayaran yg berteletela.
Klien seperti ini adalah klien dgn tanda ‘go fuck yourself!‘ besar besar di dahinya. Namun sebagai satu satunya anggota tim marketing, sy masih cukup rakus bernegoisasi dgn mereka selama quota bulanan (4 proyek) terpenuhi. Negoisasi itu hak pregreoatif sy. berapa pun harga yg keluar dan dibubuhkan dalam kontrak, maka proyek akan tetap dikerjakan.
Mengutip jargon Adam Malik, mantan wakil presiden : “semuanya bisa diatur“
Dan sekarang mungkin sy juga yg paling mengeluh karena bila jadwal yg kacau. Misalnya, pembayaran telat, ongkos produksi yg salah prediksi, lauching situs yg molor, klien yg ‘lupa’ menyiapkan content sehingga harus kami yg mencaricarinya padahal seharusnya klien yg melakukan krn bagaimanapun jg mereka yg lebih faham dgn seluk beluk bisnis mereka sendiri
sy mengeluh dan banyak mengeluh krn sy yg paling bertanggung jawab dgn kekacauan tsb. Sy jg jadi orang yg paling ditekan baik oleh klein maupun deadline.
namun sebelum curhat, sy ingin bertanya apakah etis membicarakan klien ? (saat ini sy sedang menimbang nimbang antara tidak pernah membicarakan klien atau membuat blog baru yg ngak didaftarin di search engine, dan kemudian curhat dalam bahasa jerman yg kemudian dikodekan duu dgn enkripsi 128 bit kode seelum disave agar sy yakin hanya orang yg cukup gila untuk penasaran dgn apa yg sy curhatkan)
ps : kemarin sy baru aja beli domain Pestatravel.com, dan baru dua hari dikerjakan…tolong dilihat dan dikomentarin
Tag: Desain Web, enskripsi, Negoisasi, proyek IT
Mei 5, 2008 pukul 7:11 am |
Sepertinya tidak etis Mas. Saya aja gk berani nulis, ntar bisa-bisa diambil sampean customer saya…
Mei 5, 2008 pukul 7:25 am |
@harjo
memangnya kita ini satu jenis pekerjaan ? bukannya bapak itu guru ?
Mei 5, 2008 pukul 8:24 am |
kya na memang ga etis dech.. piszzzsssszz….
Mei 6, 2008 pukul 1:10 am |
jadi ini blom curhat??? oalahhh
Mei 9, 2008 pukul 7:10 am |
Menurut saya juga kurang etis sepertinya. Mengoper-oper pengunjung dari satu blog ke blog lainnya juga kurang etis menurut saya. Saya mulai masuk dari blog Bakawan di oper ke Bakawati, eh dari Bakawati mau dioper lagi ke Pestatravel. Please deh.
Mei 9, 2008 pukul 11:35 am |
Guru??? yeeee, salah …
Terakhir saya membahas masalah keluhan internet yang lambat dan bermasalah, belakangan saya dikejar-kejar provider untuk menjadi pelanggannya …
Jadi, client maupun provider sepertinya tidak harus ditulis … bener gk ya? tambah bingung!
Saya baru saja usul juga ke Pak Trainer http://theordinarytrainer.wordpress.com
supaya dibuatkan draft UU ngeblog
Tapi yang pasti, yang gk boleh ditulis, adalah selingkuhan …
just kidding …
Mei 10, 2008 pukul 3:50 pm |
@mima
hmm bener jg amu
@hanggadamai
yee…
@Rafki
hehee…maaf…bykan maksud sengaja tapi begitulah adanya…mau cerita alasannya tapi itu bakal perlu blog baru lagi
@harjo
hehehe ngak bakalaan ada uu spesifik ngeblog deh…emang kita kita ini jumlahnya ada berapa sih ?
*mencoba menghitung blogger yg dikenal
Mei 14, 2008 pukul 2:58 am |
http://www.pestatravel.com keren mas… apalagi baru dibangun..
Mei 14, 2008 pukul 3:10 am |
@azaxz
iya tuh…cuma dikasih waktu dua hari…yah bageitulah adanya…setelah klientnya pulang dari luar negeri baru kami ngobrol lagi
Mei 28, 2008 pukul 3:22 pm |
Jangan lah, nanti mereka tersinggung jika mengetahuinya.
Juni 8, 2008 pukul 3:32 pm |
Kok sepi2 ajah neh
Juni 9, 2008 pukul 2:13 am |
@fisha17 : udah pulang lagi ke blog asal hehehe di bakawan.com
Maret 27, 2009 pukul 12:10 am |
wah kurang etis sih kalau menurutku.. itu kan masalah pribadi.. nanti kan ga enak kalau si klien ngebaca blog ini.. ya masalah internal ga perlu lha ya di post di blog.. hehe..