Apakah Etis Membicarakan Klien?

By uwiuw

akhir akhir ini sy bertanyatanya apakah etis membicarakan klien dalam blog. Tentu saja, bila berisi sesuatu yg positif maka klien pun akan senang. Mminimalnya, web mereka yg baru brojol ijo (baca : lahir) sudah langsung diindex search engine. Namun bagaimana bila pembicaan komentar buruk, baik soal tone desain, pilihan font, rumitnya selera dan sotoy, sukarnya mencocokkan jadwal, dan yang paling penting : masalah pembayaran yg berteletela.

Go fuck your self!Klien seperti ini adalah klien dgn tanda ‘go fuck yourself!‘ besar besar di dahinya. Namun sebagai satu satunya anggota tim marketing, sy masih cukup rakus bernegoisasi dgn mereka selama quota bulanan (4 proyek) terpenuhi. Negoisasi itu hak pregreoatif sy. berapa pun harga yg keluar dan dibubuhkan dalam kontrak, maka proyek akan tetap dikerjakan.

Mengutip jargon Adam Malik, mantan wakil presiden : “semuanya bisa diatur

Dan sekarang mungkin sy juga yg paling mengeluh karena bila jadwal yg kacau. Misalnya, pembayaran telat, ongkos produksi yg salah prediksi, lauching situs yg molor, klien yg ‘lupa’ menyiapkan content sehingga harus kami yg mencaricarinya padahal seharusnya klien yg melakukan krn bagaimanapun jg mereka yg lebih faham dgn seluk beluk bisnis mereka sendiri

sy mengeluh dan banyak mengeluh krn sy yg paling bertanggung jawab dgn kekacauan tsb. Sy jg jadi orang yg paling ditekan baik oleh klein maupun deadline.

namun sebelum curhat, sy ingin bertanya apakah etis membicarakan klien ? (saat ini sy sedang menimbang nimbang antara tidak pernah membicarakan klien atau membuat blog baru yg ngak didaftarin di search engine, dan kemudian curhat dalam bahasa jerman yg kemudian dikodekan duu dgn enkripsi 128 bit kode seelum disave agar sy yakin hanya orang yg cukup gila untuk penasaran dgn apa yg sy curhatkan)

ps : kemarin sy baru aja beli domain Pestatravel.com, dan baru dua hari dikerjakan…tolong dilihat dan dikomentarin

Tag: , , ,

13 Tanggapan ke “Apakah Etis Membicarakan Klien?”

  1. Harjo Berkata:

    Sepertinya tidak etis Mas. Saya aja gk berani nulis, ntar bisa-bisa diambil sampean customer saya… :D

  2. uwiuw Berkata:

    @harjo
    memangnya kita ini satu jenis pekerjaan ? bukannya bapak itu guru ?

  3. mima Berkata:

    kya na memang ga etis dech.. piszzzsssszz…. :)

  4. hanggadamai Berkata:

    jadi ini blom curhat??? oalahhh

  5. Rafki RS Berkata:

    Menurut saya juga kurang etis sepertinya. Mengoper-oper pengunjung dari satu blog ke blog lainnya juga kurang etis menurut saya. Saya mulai masuk dari blog Bakawan di oper ke Bakawati, eh dari Bakawati mau dioper lagi ke Pestatravel. Please deh.

  6. Harjo Berkata:

    Guru??? yeeee, salah … :D
    Terakhir saya membahas masalah keluhan internet yang lambat dan bermasalah, belakangan saya dikejar-kejar provider untuk menjadi pelanggannya …
    Jadi, client maupun provider sepertinya tidak harus ditulis … bener gk ya? tambah bingung!
    Saya baru saja usul juga ke Pak Trainer http://theordinarytrainer.wordpress.com
    supaya dibuatkan draft UU ngeblog :D

    Tapi yang pasti, yang gk boleh ditulis, adalah selingkuhan … :D just kidding …

  7. uwiuw Berkata:

    @mima
    hmm bener jg amu :)

    @hanggadamai
    yee… :)

    @Rafki
    hehee…maaf…bykan maksud sengaja tapi begitulah adanya…mau cerita alasannya tapi itu bakal perlu blog baru lagi :)

    @harjo
    hehehe ngak bakalaan ada uu spesifik ngeblog deh…emang kita kita ini jumlahnya ada berapa sih ?
    *mencoba menghitung blogger yg dikenal
    :)

  8. azaxs Berkata:

    http://www.pestatravel.com keren mas… apalagi baru dibangun..

  9. uwiuw Berkata:

    @azaxz
    iya tuh…cuma dikasih waktu dua hari…yah bageitulah adanya…setelah klientnya pulang dari luar negeri baru kami ngobrol lagi :)

  10. juliach Berkata:

    Jangan lah, nanti mereka tersinggung jika mengetahuinya.

  11. fisha17 Berkata:

    Kok sepi2 ajah neh

  12. uwiuw Berkata:

    @fisha17 : udah pulang lagi ke blog asal hehehe di bakawan.com

  13. Setiawan Berkata:

    wah kurang etis sih kalau menurutku.. itu kan masalah pribadi.. nanti kan ga enak kalau si klien ngebaca blog ini.. ya masalah internal ga perlu lha ya di post di blog.. hehe..

Tinggalkan Balasan